Reproduksi Bacaan
Judul
Buku :
Ranah 3 Warna
Pengarang : A.Fuadi
Penerbit :
PT Gramedia Pustaka Utama
Tahun
Terbit : 2011
Tebal
Buku : 469 halaman
Jenis
Buku : Fiksi
Alif yang merupakan lulusan dari Pondok Pesantren Madani
Ponorogo,memiliki impian untuk belajar hingga ke negeri Paman Sam. Dengan
semangat yang membara dia pulang ke Maninjau dan tak sabar ingin segera
kuliah. Namun kawan karibnya, Randai meragukan dia mampu lulus UMPTN. Lalu dia
sadar, ada satu hal penting yang tidak dia miliki, yaitu ijazah SMA! Karena
terinspirasi semangat tim dinamit Denmark, dia mendobrak rintangan berat
tersebut. Baru saja dia bisa tersenyum, badai masalah menggempurnya silih
berganti tanpa ampun. Alif pun hampir menyerah, tapi dia teringat oleh mantra
dari PM ´manshabara zhafiraµ. Siapa yang bersabar akan beruntung.Pengumuman
UMPTN pun tiba, Alif diterima di HI-UNPAD, walaupun tidak sesuai dengan
pilihannya yaitu ITB, tetapi Alif tetap menerimanya. Dibekali sepatu hitam oleh
ayahnya Alif berangkat ke Bandung untuk memulai kuliah. Berbagai tantangan dia
hadapi selama kuliah di UNPAD, mulai dari keinginan menjadi seorang penulis
dengan berguru ke seorang senior bernama Bang Togar yang mendidiknya
dengan keras hingga artikel Alif dimuat di media lokalBandung. Namun malang
tidak dapat ditolak, baru beberapa bulan Alif kuliah, ayahnya meninggal.
Kehilangan sosok ayah yang menjadi tulang punggung keluarga membuatnya goyah,
siapa yang membiayai sekolah adik-adiknya? Alif hampir putus asa, tapi sosok
seorang Ibu menyemangatinya sehingga dia melanjutkan kembali kuliahnya. Dalam
perjalanan kuliahnya, Alif mencoba mengikuti tes pertukaran pelajar ke Amerika,
bermodalkan niat dan tekad, Alif pun berhasil lolos dengan berbagai
pertimbangan yang diberikan oleh panitia. Kanada! Yaitu tempat yang akan Alif
tuju, impiannya untuk menginjakkan kaki di Amerika akhirnya tercapai.Raisa yang
merupakan perempuan yang Alif sukai lolos seleksi pertukaran pelajar. Alif
menambah banyak teman, dari rombongan pertukaran pelajar tersebut. Di sebuah
kota kecil di Kanda Alif tinggal, dia tinggal dengan homestay parent yang
bernama Franco Pepin. Banyak pengalaman yang Alif dapatkan saat di Kanada,
mulai canda, tawa, cinta, sedih campur menjadi satu hingga Alif mendengarkan
pernyataan dari Raisa secara tidak sengaja yang menyatakan bahwa dia tidak
ingin pacaran, tapi dia ingin langsung ke jenjang pernikahan. Hal ini
menyebabkan Alif mengurungkan niatnya untuk menyatakan perasaannya, dia menyimpan
surat itu hingga suatu hari nanti. Setahun berlalu, Alif dan rombongan
pertukaran pelajar kembali keIndonesia. Beberapa tahun kemudian, Alif lulus,
tapi di hari kelulusan itu, saat dia ingin menyerahkan surat tersebut ke Raisa,
hal yang tidak disangka terjadi, Raisa telah bertunangan dengan Randai, kawan
karibnya! Dengan perasaan yang campur aduk dia berusaha mencoba untuk
menerimanya. Setelah 10 tahun, Alif menepati janjinya ke Franco Peppin untuk
mengunjungi dia kembali di Kanada dengan seorang istrinya. Di puncak bukit kota
itu dia menatap terbitnya matahari dengan istrinya, dia bernostalgia dengan
perjuangannya yang keras dia bisa menjadi besar seperti ini, berkat 2 mantra
dari Pondok Madani ´man jadda wa jaddaµ dan ´man shabara zhafira, siapa
yang bersabar akan beruntung.
A.
Kelebihan
Novel Ranah 3 Warna
1. Novel ini mengajarkan kita bahwa
dalam mendapatkan atau mencapai sesuatu di butuhkan pengorbanan yang besar.
2. Cover buku sangat menarik di tambah
terdapat peta lokasi di bagian depan dan belakang cover.
B. Kelemahan Novel Ranah 3 Warna
1. Di dalam penulisan masih terdapat
kalimat yang salah
2. Dalam cerita novel tersebut
penjelasan tentang judul itu sendiri kurang jelas maksutnya.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar